Bitcoin Berhasil Tembus US$ 42.000, Tertinggi Sejak Mei 2022! – Fintechnesia.com

Uncategorized61 Dilihat

FinTechnesia.com | Bitcoin (BTC) telah melesat melampaui US$ 40.000 untuk pertama kali tahun ini. Pemicunya antusiasme terhadap penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan antisipasi persetujuan ETF Bitcoin di pasar saham AS.

Selain itu, pekan lalu Michael Saylor dari MicroStrategy, telah meningkatkan akumulasi Bitcoin hingga total kepemilikan 174,53 BTC. Ini memperkuat optimisme di pasar.

Para komunitas kripto bersemangat menyambut lonjakan ini, yang juga membawa reli bagi keseluruhan aset kripto beberapa pekan terakhir. Pasar optimistis, Federal Reservei menaikkan suku bunga dan akan memulai pemangkasan suku bunga pada awal tahun 2023.

BTC kembali bergerak bullish dengan menguat 4,22% dalam 24 jam terakhir. Naik dari US$ 40.220 ke US$ 42.418 pada Senin malam (4/12). Pada Selasa (5/11), BTC mencapai $41,920 dengan kenaikan 4,22% dalam 24 jam terakhir dan lonjakan 12,75% dalam sepekan, mencerminkan tren positif yang konsisten.

BTC mencatat rekor tertinggi sejak Mei 2022, menghilangkan kekhawatiran yang melanda pasar kripto setelah runtuhnya FTX dan kegagalan bisnis kripto lainnya pada tahun 2022.

Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha menjelaskan, analisis teknikal menunjukkan, BTC saat ini berada di area jenuh beli (overbought) dalam indikator stochastic pada time frame harian, mungkin membatasi potensi penguatan jangka pendek dengan target terdekat di US$ 43.000 jika BTC mampu melampaui US$ 42.000.

Baca juga: Bersiap Kembali Bangkit, Bitcoin Targetkan Kenaikan Harga ke Rp 591 Juta

“Sebaliknya, apabila BTC gagal melampaui US$ 42.000 berpotensi turun ke support terdekat di $40.000,” kata Panji, Selasa (5/12)

Sementara itu, Ethereum (ETH), kripto terbesar kedua, mengalami pertumbuhan signifikan, mencapai US$ 2.247 dengan kenaikan 1,6% dalam 24 jam dan 10,55% dalam sepekan. Kapitalisasi pasar kripto global juga menguat 2,85% menjadi US$ 1,51 triliun.

Baca Juga  Wuling Gandeng Telkomsel, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia dengan Solusi IoT - Fintechnesia.com

Beberapa Altcoin juga mengalami kenaikan menarik. Celestia, proyek modular blockchain ini, naik 50% menjadi $8,55. Selanjutnya, Conflux (CFX) naik 35,11%, dan token meme Pepe (PEPE) token yang muncul dan viral tahun ini meningkat 27,70%.

Panji melanjutkan, meskipun ada lonjakan altcoin, sepertinya altcoin season mungkin akan terjadi antara tahun 2024-2025, karena berbagai peristiwa penting yang diantisipasi pada tahun depan.

“Pasar merasakan antisipasi terhadap peristiwa halving Bitcoin, yang secara historis telah menjadi pemicu kenaikan harga yang signifikan karena mengurangi laju penciptaan Bitcoin baru,” lanjut Panji.

Harga Bitcoin telah naik lebih dari 140% sepanjang tahun 2023, mendukung sentimen positif di pasar kripto untuk melanjutkan tren bullish hingga tahun 2024-2025. Mengingat siklus pasar Bitcoin berdasarkan peristiwa Bitcoin halving yang akan terjadi sekitar bulan April 2024. 

Sementara, meskipun SEC belum memberikan persetujuan langsung terhadap ETF aset kripto, situasi terkini, ditambah dengan antusiasme pasar dan antisipasi halving Bitcoin, memberikan gambaran positif bagi pasar kripto di tengah era transformasi ini. Semua ini menandakan potensi momentum bullish yang berkelanjutan, di mana peristiwa halving Bitcoin menjadi titik fokus bagi pasar kripto ke depan.

“Pergerakan pasar kripto tampaknya lebih bergantung pada momentum internal, terutama didorong oleh harapan persetujuan ETF Bitcoin pada bulan Januari,” ojar Panji. (kai)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *