Sabtu, 12 Agustus 2023 – 06:20 WIB
JAKARTA – Kualitas udara di wilayah Indonesia selama beberapa pekan belakangan ini terus menjadi sorotan. Bahkan terbaru pada Kamis kemarin dalam sebuah laporan menyebutkan kualitas udara di Serpong Tangerang Selatan setara denan menghisap 112 batang rokok selama sebulan.
Baca Juga :
Kualitas Udara Memburuk, KLHK Serahkan Usulan WFH ke Tiap Kantor di Jakarta
Dalam laporan, diketahui Serpong menjadi kota dengan kualitas udara terburuk dengan polutan PM 2.5 di angka 80 mikrogram per meter kubik.
Berdasarkan makalah yan diterbitkan Berkeley Earth di 2025 PM 2.5 sebesar 80 mikrogram per meter kubik setara dengan menghisap 112 batang. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.
Baca Juga :
Pemprov DKI Bakal Terbitkan Pergub Pengendalian Polusi Udara
Sementara itu kualitas udara Jakarta pada Kamis kemarin masuk dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan Air Quality Index (AQI) Jakarta mencatat kualitas udara Jakarta berada di angka 156 dan menduduki posisi pertama sebagai kota udara terkotor di dunia.
Kondisi udara di Jakarta yang penuh polusi.
Baca Juga :
KLHK: Kendaraan Bermotor Sumbang 44 Persen Polusi Udara di Jakarta
Angka ini diketahui melebihi ambang batas aman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lantas seberapa bahaya polusi udara belakangan ini untuk kesehatan tubuh terutama paru-paru?
Terkait hal itu, spesialis paru dan pernafasan konsultan paru kerja dan lingkungan, RS Pondok Indah-Bintaro Jaya, Dr.dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.PKR, Sibps.PKL, M.PD.Ked angkat bicara.
Halaman Selanjutnya
Dirinya menjelaskan bahwa tubuh manusia sebenarnya tidak diciptakan untuk dimasuki oleh bahan berbahaya termasuk rokok, polusi udara.
Quoted From Many Source