Kejar Target Ekspor Batik 2023 USD 100 Juta, Jokowi Berharap Ada Inovasi Desain

Berita131 Dilihat

Losergeek.org, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para desainer batik berkreasi agar bisa merambas pasar luar negeri lebih besar. Keinginan ini Jokowi sampaikan karena Indonesia memiliki target ekspor batik hingga USD 100 juta sepanjang tahun 2023. 

“Kembali ke desain, ke warna-warna baru, jadi tidak monoton. Saya kira batik kita ini tadi ada yang dipakai untuk karpet, ada yang dipakai interior, ya ini saya kira inovasi-inovasi seperti itu yang akan memperkuat brand batik dan mengangkat pada level yang lebih atas,” ujar Jokowi di Senayan Park, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Agustus 2023. 

Jokowi menyebut angka ekspor batik sejak Januari – April 2023 mencapai USD 26,7 juta. Ia optimistis nilai itu akan lebih tinggi pada akhir tahun karena pandemi kini telah selesai. 

“Kita memiliki momentum yang sangat baik untuk kembali bangkit karena juga perekonomian kita tumbuh baik, baik tahun lalu, kuartal pertama, kuartal kedua, dan kita harapkan tahun depan juga akan semakin lebih baik,” kata Jokowi. 

Lebih lanjut, Jokowi menyebut dengan pandemi Covid-19 yang sudah terlewati, berbagai acara internasional dan nasional sudah banyak diselenggarakan di Indonesia. Sehingga, pengrajin dan pengusaha batik punya kesempatan sangat baik untuk bangkit dan berkarya. 

Perbandingan ekspor tahun sebelumnya

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut pihaknya menargetkan ekspor batik bakal mencapai USD 100 juta sepanjang tahun 2023. Ia optimistis target tersebut tercapai mengingat nilai ekspor yang terus naik setiap tahunnya. 

Iklan

“Berdasarkan data BPS yang diolah, nilai ekspor batik pada 2022 masih kecil USD 64,56 juta. Tapi kalau dibandingkan 2021 meningkat 35 persen dan nilai ekspor batik serta produk batik dari Januari-Arpil 26,7 juta, target USD 100 juta dan terus menerus kami tingkatkan perlahan tapi pasti,” kata Agus. 

Baca Juga  Tampil di World Tour Series, Timnas Teqball Indonesia Raih Pelajaran Berharga

Ia menyebut batik memiliki nilai seni yang sangat tinggi dan fashionable. Batik diminati pasar ekspor karena bisa digunakan dalam acara resmi dan casual. Agus menyebut saat ini sudah terdapat empat indikasi geografis batik di Indonesia, yakni batik tulis niti Yogyakarta, batik Bengkulu, sarung batik Pekalongan, dan Batik Congkrongan Indramayu.

“Kemenperin dan Yayasan Batik Indonesia menggalang komunitas batik melaporkan produknya pada Kemenkumham. Ada tambahan dua batik lagi yang diajukan, yakni slogan Solo dan batik Tuban. Kami harapkan industri batik dapat bertransformasi ke industri yang ramah lingkungan,” kata Agus. 

M JULNIS FIRMANSYAH 

Pilihan Editor: Buka GBN 2023, Jokowi: Batik Adalah Wajah dan Kehormatan Kita



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *