Ingin 2024 Adem, Butet Kartaredjasa dan Seniman Yogya Bikin Panggung Bersatu dalam Guyonan

Berita112 Dilihat

Losergeek.org, YogyakartaButet Kartaredjasa dan sejumlah seniman Yogyakarta membuat panggung kebangsaan bertajuk ‘Bersatu dalam Guyonan’ yang akan digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta Kamis, 10 Agustus 2023. Pertunjukan yang dikemas dalam bentuk kolaborasi musik dan teater itu akan diramaikan penampilan dari Orkes Sinten Remen, Mlenuk Voice & String Reketek, Sri Krishna Encik and friends, pelawak Marwoto Kawer, Susilo Nugroho, Alit Jabang Bayi, dan Gundhi. 

“Panggung ini kami buat dengan semangat agar Pemilu 2024 bisa berjalan lebih adem, penuh guyonan, tanpa perpecahan dan suasana tidak menegangkan,” kata Butet di Yogyakarta Rabu petang, 9 Agustus 2023.

Butet Kartaredjasa Tak Ingin Pemilu Seperti di Pilkada DKI dan Pemilu 2019

Butet mengungkapkan, sebagai bagian masyarakat, ia tak ingin terulang lagi pemilu yang menegangkan seperti Pemilu Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 atau Pemilu Presiden 2019 silam. Dua pemilu itu, menurut dia, telah membuat masyarakat seolah terpolarisasi dalam dua kutub.

“Kita boleh ada pemilu, boleh ada Pilpres, tapi tidak boleh meretakkan keutuhan kita dalam bersatu,” kata dia. “Dari panggung ini, kami ingin masyarakat ketika melihat peristiwa politik itu dengan hati yang dingin dan bercanda, ya seperti menonton teater,” kata dia.

Dari kacamata Butet, peristiwa politik itu ibarat panggung pertunjukan. Ia mengibaratkan pada bulan ini, proses Pemilu 2024 masih tahap eksposisi jika dalam dunia teater. Berikutnya, di antara bulan Oktober-November 2023 baru masuk ke tanjakan-tanjakan dramatik menuju klimaksnya sampai Februari 2024.

Butet Kartaradjesa dan Marwoto Kawer. Tempo/Pribadi Wicaksono

Butet Kartaredjasa Sebut Pertunjukan Seniman Beda dengan Teater Gandrik

“Proses di bulan-bulan ke depan menuju Februari 2024 ini yang potensi ketegangan itu harus kita hindari,” kata dia. Butet menuturkan, dalam pertunjukan yang akan digelar itu ia memastikan akan berbeda dengan model pertunjukan seperti yang biasa ia bawakan dengan kelompoknya, Teater Gandrik. 

Baca Juga  Kapal Perang Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan ke Kapal Dagang di Laut Hitam

“Pertunjukkan besok fragmen- fragmennya lebih ke unsur dagelan, berbeda dengan pertunjukan pertunjukan Teater Gandrik yang sudah terseleksi ketat,” kata dia. “Pertunjukkan ini gojek- gojek (bercanda) dan nyanyi-nyanyi saja karena ini tahun politik, kami  ingin semua adem, tak ada unsur politik, wong aku yo raiso dadi politikus (orang saya juga tidak bisa jadi politikus),” Butet menambahkan.

Iklan

Dalam pertunjukkan yang diproduksi Rosan Production dan ARS Management itu, Butet akan menampilkan lagu buatannya, ‘Pancasila Jiwa Bangsa’ yang musiknya dibuat seniman Yogya
Sri Krishna Encik. “Lagu ‘Pancasila Jiwa Bangsa’ itu saya buat karena hari ini kita hanya punya sedikit sekali lagu bertema tentang Pancasila,” kata dia.

Lagu itu, kata Butet, dibuat dengan cara pandang baru soal Pancasila yang berbeda dengan lagu ‘Garuda Pancasila’ atau lagu Pancasila-nya almarhum musisi Franky Sahilatua. Dari lagu itu, Butet ingin publik memiliki referensi lagu tentang Pancasila yang nuansanya lebih soft, bukan indoktrinatif dan sarat politik.

Seniman Yogya dan juga pelawak Marwoto Kawer menuturkan, Agustus merupakan bulan yang penuh dengan suka cita. “Agustus menjadi momen mengenang lagi sejarah perjuangan bangsa dan bulan pengingat bagi kita untuk merawat hasil perjuangan sesuai dengan perkembangan zaman,” kata dia. 

Dari panggung ‘Bersatu Dalam Guyonan’ ini, kata Marwoto, mengingatkan semua bahwa adanya perbedaan dalam pendapat atau pilihan adalah hal yang lumrah dan menjadi bagian dari nilai-nilai kebangsaan. “Marilah bersatu dalam perbedaan,” kata dia. 

Pilihan Editor:  Makna Lukisan Macan Butet Kartaredjasa yang Khusus Diberikan kepada Ganjar Pranowo



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *